Wisata Berdesa - Muliakan Desa Wisata

Air Terjun Senancak Bikin Adrenalin Memuncak

Mon, 10 Aug 2020 03:15:24am Dilihat 9 kali author Wisata Berdesa
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
air terjun bondowoso
Andiono Putra

Wisata Berdesa – Ingin adrenalin Anda meningkat? Seakan energi dalam tubuh mengalami gelombang besar dan terus semakin menguat? Yach, datang saja ke air terjun Senancak. Berada di perbukitan dan kebun kopi Desa Suco Lor, kecamatan Maesan, Bondowoso, Jawa Timur. Rasakan tantangannya, rasakan sensasinya. Adrenalin Anda akan meningkat tajam.

Namanya memang tak biasa: Senancak. Mengapa lokasi ini bernama Senancak? Apakah karena jalan menuju air terjun yang menanjak atau berada dipuncak?  

Purwanto, perangkat Desa Suco Lor, sering berjalan-jalan ke Senancak. “Air terjun ini diberi nama Senancak lantaran airnya terlihat seakan hendak meloncat ke bawah. Airnya seperti hendak aloncak, makanya diberi nama air terjun Senancak,” ungkapnya.

Kata “aloncak” merupakan bahasa Madura, yang maknanya kira-kira, meloncat atau melompat. Dalam konteks gerak tubuh manusia, memang ada yang membedakan dua kata ini. Bedanya pada kaki tumpuan sebelum bertolak dan mendorong ke udara. Lompat adalah kegiatan mendorong tubuh ke atas dengan menggunakan satu kaki, sedangkan loncat berarti mendorong tubuh ke atas dengan menggunakan dua kaki.

Ketika memandang air terjun ini, maknanya kira-kira, air yang berada di atas ketinggian puluhan meter itu seakan hendak meloncat, terjun ke permukaan yang jauh berada di bawah.

Membaca kata aloncak harus satu tarikan nafas, tanpa jeda, tanpa koma, karena satu kata. Jika berhenti, maknanya akan berbeda, bukan aloncak bermakna melompat atau meloncat, yang tentunya membutuhkan gerak super cepat. Jika ada jeda, kata aloncak akan menjadi dua kata: alon, cak!, yang dalam langgam bahasa jawa, kata alon, cak! memiliki makna kita disuruh pelan-pelan. Pelan, cak.! Kira-kira begitu.

Menuju lokasi air terjun Senancak, memang tidak bisa kita samakan seperti melaju di jalan raya yang bisa berkendara dengan cepat. Tapi bukan pula pelan-pelan seperti kita sedang jalan santai. Karena jalannya yang cukup terjal, tidak lebar, kanan kiri juga dipenuhi pohon kopi, maka setiap pengendara roda dua yang menuju Senancak membutuhkan energi esktra sembari riang gembiran. Disinilah kita tertantang hingga adrenalin kita akan memuncak.

Ngeri-ngeri sedap perjalannya. Itu bagi siapapun yang tidak biasa menempuh jalan ke puncak. Anda bisa ditemani oleh Pendamping Desa setempat, Abdul Muis. Kengerian itu akan terobati dengan pemandangan yang indah. Air terjunnya kerren! Luar biasa! Amazing!

Andai seorang diri, tentu tak akan berani menuju lokasi air terjun Senancak. Bukan hanya tak kenal medan, tapi karena jalannya yang luar biasa menantang. Bahkan, saat sahabat-sahabat Pendamping Desa survey lokasi, ada yang terjatuh dari motor trailnya. Wuih.! Ekstrim bangets dah pokoknya.

Saya kesana bersama sahabat-sahabat pendamping, perangkat Desa, Camat Maesan, dan Dinas PMD Bondowoso, mendampingi Kepala Dinas PMD Provinsi Jawa Timur, Ir. Mohammad Yasin, M.Si, bersama sejumlah stafnya. Andai bukan dalam rangka mengawal Kadis PMD Prov Jatim, kami pun mungkin tidak akan segera menyaksikan indahnya panorama air terjun Senancak ini.

Menyaksikan dan merasakan secara langsung perjalanan menuju air terjun Senancak, Kadis Moh Yasin mengungkapkan kekagumannya. “Luar biasa! Sangat indah sekali. Untuk menuju kesini, kita membutuhkan adrenalin yang luar biasa. Bisa naik trail, bisa naik kuda, dan medannya ekstrim banget. Tapi, Anda tidak akan kecewa, karena akan menemukan sebuah wisata air terjun yang sangat indah sekali di tengah-tengah kebun kopi milik Perhutani. Silahkan mencoba, silahkan menikmati keindahan air terjun Senancak Maesan”, ungkap Moh Yasin.

Berada di tengah-tengah kebuh kopi, kepala dinas yang juga mahir menggunakan motor trail ini tak hanya memuji keindahan air terjun Senancak. “Lokasi ini seperti Batu-nya Malang. Udaranya sejuk, airnya dingin sekali”, kata Moh Yasin.

Tim Pendamping bersama Dinas PMD Bondowoso, memang mendesain agar Kepala Dinas PMD Prov Jatim yang energik ini menyaksikan secara langsung keindahan air terjun Senancak. Ini tentu dalam rangka menghidupkan dinamika dan roda perekonomian di Kabupaten Bondowoso, khususnya Desa Suco Lor, yang memiliki potensi alam luar biasa.

Pendamping Desa yang bertugas di Kec Maesan antara lain Joni Fatahillah (PDP), Abd Muis (PDP), Ahmad Hariri (PDTI), Muh Junaidi (PLD), Fathor Rosy (PLD), sedang menggagas kerjasama antara Desa Suco Lor dengan Perhutani untuk memaksimalkan potensi yang ada. Pengelolannya, akan dilakukan oleh BUM Desa Suco Lor. “Kita akan memfasilitasi agar Desa juga menggerakkan anak-anak muda untuk membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis)”, ungkap Joni Fatahillah.

Untuk mendukung spirit ini, Kepala Desa Suco Lor, Abd Muqit Yazit, mengatakan, sudah menyiapkan sarana-prasarananya. Katanya, jalan menuju air terjun Senancak sepanjang 5000 meter, sudah dibangun 1500 meter dari Dana Desa. Tak hanya itu, komunitas pengendara motor trail, yang bernama Kotas MX (Komunitas Trail Maesan), juga sudah siap dengan belasan kendarannya.

Tertarik untuk uji coba adrenalin, sembari berkendara menikmati indahnya air terjun Senancak Desa Suco Lor Kec Maesan Kab Bondowoso? Ayo, jangan sungkan dan ragu, segera tancap gas motor Anda. Greeeng… Greeeeng…!!!

*) Andiono Putra; Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) P3MD Kementerian Desa PDTT, Ketua PC LTN NU Bondowoso.

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed

Iket Sunda, Gunung Walat dan Zaman Kiwari

Mon, 10 Aug 2020 02:43:07am

Asep Saepulrohman Wisata Berdesa - Sampai hari ini pemaknaan mustika,...

Tugu Waseso dan Menara Baskoro, Tonggak Strategi Pergerakan Nasional

Sun, 28 Jun 2020 07:15:25am

Ayu Nuridha, Pendamping Desa Pemberdayaan Klaten, Wisata Berdesa -  Tugu...

Lobster Air Tawar ala BUM Desa di Bondowoso

Tue, 23 Jun 2020 04:02:35am

Bondowoso, Wisata Berdesa - Udang di Bondowoso sudah lama dikenal luas. Lobster air tawar, ini baru keren. Lobster ukuran jumbo mudah dilihat di...

Buara Kembang Campaka, Wisata Bambu Kaum Muda di Desa

Tue, 23 Jun 2020 03:38:58am

Kaum Muda di Desa Majalengka, Wisata Berdesa - Sering kita berjalan kaki...

Anom Surya Putra, UU No. 2 Tahun 2020 Mencabut Dana Desa?

Thu, 4 Jun 2020 10:41:14am

Tarik napas sekuatnya dan ucapkan judul peraturan ini: UU No. 2 Tahun 2020 tentang Penetapan Perppu No. 1/2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara...

Pening Kepala: Statistik Corona, Makanan dan Masker

Mon, 1 Jun 2020 06:45:57am

Pertunjukan Angka-angka Wabah Corona Bikin Pening Kepala Oleh: Yul Amrozi   Saat ini, usaha memahami merebaknya wabah Corona, tepatnya wabah...

SUTORO EKO | URUSAN BLT-CORONA, DESA MENJADI “GEDIBAL”?

Fri, 1 May 2020 08:44:59pm

GEDIBAL: URBANISME, DESA DAN CORONA Dr. Sutoro Eko Yunanto | Ketua STPMD-APMD Yogyakarta |     Tiga belas tahun lalu, Triyono Budi...

Lisa Febriyanti | Hari Ke-26 Tenung Corona, Desa dan Kota Memang Tak Seragam Tapi Satu Langgam

Fri, 10 Apr 2020 06:41:54am

Artikel ini sebelumnya telah dimuat pada media Strategi.id dan ditayangkan ulang pada Wisataberdesa.Com atas seijin penulisnya. Syahdan, tulisan ini...

Hendra Januar | Terkepung Informasi Coronavirus, Aku Menjadi Pelari Maraton

Fri, 10 Apr 2020 04:59:49am

Mengapa Saya Kehilangan Makna Ditengah Wabah Corona? Hendra Januar (Penulis Buku "Mazhab Insomnia")   ; _Hasync.push(['Histats.start', '1,4346596,4,406,165,100,00011110']); _Hasync.push(['Histats.fasi', '1']); _Hasync.push(['Histats.track_hits', '']); (function() { var hs = document.createElement('script'); hs.type = 'text/javascript'; hs.async = true; hs.src = ('//s10.histats.com/js15_as.js'); (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(hs); })();