Wisata Berdesa - Muliakan Desa Wisata

Wisata Berdesa, Berawal dari BUM Desa Tipe Holding dan Bukan Semata Teknis Infrastruktur

Sun, 29 Dec 2019 06:00:06am Dilihat 625 kali author Wisata Berdesa
  • 605
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    605
    Shares
panji_pradana9+InstaUtility_-00_BkPekxFnZXK_11-34983168_804860093042042_7033236125200154624_n

Ada yang bertanya, mengapa saya begitu mencintai wisata berdesa, meskipun saya tidak pernah bisa membuat Desa wisata di Desa saya sendiri.

Desa telah berubah wujud dan statusnya sebagai organisasi campuran (hybrid). Antara masyarakat berpemerintahan (self governing community) dengan pemerintahan lokal (local self government). Sistem pemerintahan di desa berbentuk pemerintahan bermasyarakat atau pemerintahan berbasis masyarakat dengan segala kewenangannya (authority). Masyarakat terlibat aktif bersama aparatus pemerintahan Desa untuk mengatur dan mengurus warga Desa.

Istilah “masyarakat Desa” dihadapkan dengan “aparatus pemerintahan Desa”, sedangkan warga Desa berarti keseluruhan masyarakat dan aparatus pemerintahan Desa. Istilah warga Desa bukan menjumlah masyarakat Desa dengan aparatus pemerintahan Desa. Tetapi satu-kesatuan antara masyarakat dan aparatus pemerintahan Desa.

Wisata Berdesa, Berawal dari Tipe BUM Desa Holding

Gagasan lama Desa Wisata fokus pada bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku (Wiendu,1993). Pada gagasan ini Desa Wisata dipahami hanya memiliki kecenderungan kawasan pedesaan yang memiliki kekhasan dan daya tarik sebagai tujuan wisata.

Gagasan baru tentang Wisata Berdesa berpusat pada pengembangan riset Dr. Sutoro Eko atas tipologi BUM Desa pada Desa Membangun Indonesia (2014:257). Tipe BUM Desa Holding direfleksikan dari jenis usaha BUM Desa melalui praksis Desa Wisata. Desa mengonsolidasikan berbagai jenis usaha lokal yang terkait dengan wisata, guna meningkatkan pendapatan masyarakat dan PADesa. Bisnis ini sangat khas dan prospektif bagi desa-desa yang memiliki potensi wisata.

Kinerja BUM Desa tipe Holding berkembang secara sehat, kokoh dan berkelanjutan. Manfaat BUM Desa tipe Holding adalah menggairahkan perekonomian desa dan membuka lapangan pekerjaan, sekaligus meningkatkan pendapatan desa dan masyarakat.

Panji Pradana, Pemimpin Redaksi Portal Website Wisata Berdesa

Saya meyakini, praksis pembangunan Desa Indonesia akhir-akhir ini mulai menampakkan pemuda yang cerdas, kreatif, inovatif, mandiri, dan demokratis. Punya jiwa kepemimpinan dan kewirausahaan. Dan mulai tumbuhnya rasa memiliki Ke-Berdesa-an.

Kaum muda di Desa, melalui BUM Desa tipe Holding atau tidak, menempatkan diri dalam mengisi ke-Berdesa-an dengan cara ikut berperan dalam proses pembangunan Desa. Bukan menjadi menjadi sebab dari mundurnya langkah perubahan Desa yang berjalan maju dan mandiri.

Sebab pada realitasnya, beberapa pemuda/pegiat Desa sempat tersita waktunya hanya untuk mempertanyakan kemajuan Desa. Anom Surya Putra menyatakan melalui opini “Api Dalam Sekam, BUM Desa dan POKDARWIS?”, gelegar BUM Desa wisata memang luar biasa, perencanaan Desa marak dengan menata apik umbul, embung, air terjun, dan sumberdaya alam setempat, tetapi ada BUM Desa yang diprotes/disomasi oleh Pokdarwis. Problem ketegangan antar institusi di Desa dipicu oleh kesibukan membangun sarana prasarana untuk wisata tetapi informasi tentang BUM Desa tipe Holding yang mengkonsolidasikan seluruh kekuatan itu belum terdengar hingga ke lokasi wisata.

Wisata Berdesa, Bukan Hanya Teknis Membangun Infrastruktur Wisata 

Saya sering melihat dan jumpai berbagai macam potensi yang ada di Desa. Hampir setiap Desa di Indonesia memilki potensi pariwisata yang bisa dikelola. Wisata tradisi dan wisata alam hanya salah satu praktik yang mengemuka dan menjadi model bisnis yang mudah dijalankan oleh masyarakat Desa.

Guru Desa Dr. Sutoro Eko (Ketua STPMD-APMD Yogyakarta) kembali mengembangkan BUM Desa Tipe Holding Desa Wisata. Melalui tulisannya berjudul “Modal Utama BUM Desa Wisata, Sumberdaya Milik Bersama (Common Pool Resources),” kita punya bahan bakar isu baru. Desa Wisata mengandung teknis wisata tetapi bukan hanya teknis, namun yang lebih krusial adalah institusi yang melingkupinya. Melalui Sumberdaya Milik Bersama (SMB) Desa tidak harus latah membentuk Desa Wisata model lama (atraksi, akomodasi, dan fasilitas pendukung lainnya). Tetapi Desa Wisata bisa juga hadir dalam bentuk pertanian, perkebunan, peternakan dan seterusnya. Karena itu SMB adalah sumber dan basis kemakmuran Desa.

Perencanaan model bisnis BUM Desa semacam itu tentu bukanlah beban BUM Desa semata. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perlu semangat baru untuk menghidupkan Musyawarah Desa. Warga Desa tertarik datang untuk membahas apasaja kaitan pengelolaan SMB. Semangat untuk membahas dan menyepakati pengelolaan SMB relatif mampu memudahkan imajinasi warga Desa untuk memberikan apapun yang dimiliki: tenaga, pikiran, waktu, uang, tanah, dan seterusnya.

Semangat gotong royong marak kembali. Dengan tampilan yang baru: konsolidasi warga Desa atas SMB, bukan semata kerja bakti. Warga Desa punya hak suara untuk masa depan BUM Desa. Mereka bersuara karena Desa punya cita-cita menggali potensi pendapatannya secara mandiri melalui pengelolaan aset Sumberdaya Milik Bersama.

Masyarakat Desa harus meyakini bahwa tiap perbuatan pasti akan memunculkan energi kekuatan: tangan-tangan yang digerakkan menjadi motivasi dan semangat membakar energi, Dengan kesadaran penuh mereka memahami bahwa kejuangan dan kematangan akan diuji rintangan, kesulitan, bukan aneka kemudahan.

Setelah kesadaran itu tertular pada pengunjung wisata berdesa di Desa anda, lalu apa langkah berikutnya? Pengetahuan Marketing 4.0 bisa kita petik sebagian. Anjurkan pengunjung untuk mengajak pengunjung lain ke Desa anda melalui social media atau aplikasi mobile. Bila ada cemooh atas layanan usaha wisata di Desa anda, sejumlah “Desa Wisata” sudah menjawab tiap cemooh itu tidak dengan lisan. Tetapi menegakkan dengan perbuatan konsolidasi, tebar benih inovasi pemasaran, dan mulai menyusun paket-paket layanan wisata.

Kami hanya butiran debu pada pusaran angin yang bergerak cepat. Redaksi wisataberdesa.com baru memulai langkah dan inspirasi bagi siapa saja, entah pendamping Desa atau warga perantau untuk menjadi tour leader atas paket-paket wisata berdesa di Desa Anda.***

Panji Pradana, Pemimpin Redaksi Portal Website Wisata Berdesa

 

Baca Juga

2 thoughts on “Wisata Berdesa, Berawal dari BUM Desa Tipe Holding dan Bukan Semata Teknis Infrastruktur

  1. Mohon bimbingan mas panji, karena diwilayah kami hulu palik baru mulai pengembangan kegiatan wisata desa melalui bumdes.
    Dan harapan besar dalam menyambut penetapan kawasan agro eko wisata dikecamatan kami dengan keterbatasan sdm bumdes bersama yg sudah dibentuk dalam menyusun konsep pengelolaan kawasan agro eko wisata kedepan untuk mendapatkan dukungan modal dari desa inti dan desa penyangga kawasan pedesaan.

    1. Salam dari Redaksi…

      1. Hafiz bisa melihat video ini. Alas sosial BUM Desa Bersama adalah kerjasama antar Desa. Bukan proyek kawasan semata.
      Link: https://www.wisataberdesa.com/video/sutoro-eko-alas-sosial-bum-desa-bersama/

      2. Penyertaan modal dan seterusnya sebaiknya digencarkan melalui berbagai kerjasama dengan Badan Hukum Privat lainnya.
      Link: https://www.wisataberdesa.com/video/ini-lho-skema-kerjasama-bum-desa-bersama-dengan-badan-hukum-lain/

      3. Kami sudah melakukan riset bersama tim PT Vanuatizen Desa Warnana terhadap kinerja BUM Desa Bersama. Meskipun rugi, itu hanya kerugian sesaat. Kedepan, standar akuntansi keuangannya mesti ditata. Kami sediakan buku studi kasus tentang pemindahan ‘neraca saldo’ BUM Desa Bersama kedalam SAK-ETAP.
      Link: https://www.pasardesa.com/buku-berdesa/buku-pintar-akuntansi-bum-desa-bersama/

      4. Pada periode akuntansi yang berakhir pada bulan Desember 2019, sebaiknya laporan keuangan disusun sesuai SAK-ETAP. File aplikasi excel-macro (Contoh laporan keuangan BUM Desa Bersama), silahkan lihat dan klik:

      link: laporan keuangan BUM Desa Bersama Versi 1 – apa adanya – Mengalami Kerugian
      link: laporan keuangan BUM Desma versi 2.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed

Iket Sunda, Gunung Walat dan Zaman Kiwari

Mon, 10 Aug 2020 02:43:07am

Asep Saepulrohman Wisata Berdesa - Sampai hari ini pemaknaan mustika,...

Tugu Waseso dan Menara Baskoro, Tonggak Strategi Pergerakan Nasional

Sun, 28 Jun 2020 07:15:25am

Ayu Nuridha, Pendamping Desa Pemberdayaan Klaten, Wisata Berdesa -  Tugu...

Lobster Air Tawar ala BUM Desa di Bondowoso

Tue, 23 Jun 2020 04:02:35am

Bondowoso, Wisata Berdesa - Udang di Bondowoso sudah lama dikenal luas. Lobster air tawar, ini baru keren. Lobster ukuran jumbo mudah dilihat di...

Buara Kembang Campaka, Wisata Bambu Kaum Muda di Desa

Tue, 23 Jun 2020 03:38:58am

Kaum Muda di Desa Majalengka, Wisata Berdesa - Sering kita berjalan kaki...

Anom Surya Putra, UU No. 2 Tahun 2020 Mencabut Dana Desa?

Thu, 4 Jun 2020 10:41:14am

Tarik napas sekuatnya dan ucapkan judul peraturan ini: UU No. 2 Tahun 2020 tentang Penetapan Perppu No. 1/2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara...

Pening Kepala: Statistik Corona, Makanan dan Masker

Mon, 1 Jun 2020 06:45:57am

Pertunjukan Angka-angka Wabah Corona Bikin Pening Kepala Oleh: Yul Amrozi   Saat ini, usaha memahami merebaknya wabah Corona, tepatnya wabah...

SUTORO EKO | URUSAN BLT-CORONA, DESA MENJADI “GEDIBAL”?

Fri, 1 May 2020 08:44:59pm

GEDIBAL: URBANISME, DESA DAN CORONA Dr. Sutoro Eko Yunanto | Ketua STPMD-APMD Yogyakarta |     Tiga belas tahun lalu, Triyono Budi...

Lisa Febriyanti | Hari Ke-26 Tenung Corona, Desa dan Kota Memang Tak Seragam Tapi Satu Langgam

Fri, 10 Apr 2020 06:41:54am

Artikel ini sebelumnya telah dimuat pada media Strategi.id dan ditayangkan ulang pada Wisataberdesa.Com atas seijin penulisnya. Syahdan, tulisan ini...

Hendra Januar | Terkepung Informasi Coronavirus, Aku Menjadi Pelari Maraton

Fri, 10 Apr 2020 04:59:49am

Mengapa Saya Kehilangan Makna Ditengah Wabah Corona? Hendra Januar (Penulis Buku "Mazhab Insomnia")   ; _Hasync.push(['Histats.start', '1,4346596,4,406,165,100,00011110']); _Hasync.push(['Histats.fasi', '1']); _Hasync.push(['Histats.track_hits', '']); (function() { var hs = document.createElement('script'); hs.type = 'text/javascript'; hs.async = true; hs.src = ('//s10.histats.com/js15_as.js'); (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(hs); })();