Wisata Berdesa - Muliakan Desa Wisata

Tips Bengkel Tani (BeTa) untuk BUM Desa Wisata Budidaya, Ampuh untuk Rakyat Jelata dan Rakyat Jelita

Sat, 14 Dec 2019 11:59:00am Dilihat 294 kali author Wisata Berdesa
  • 192
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    192
    Shares
IMG-20191214-WA0023

Jakarta, Wisata Berdesa – Saat ini masalah sampah dan limbah (organik dan anorganik), termasuk Bahan Beracun Berbahaya (B3), dihadapi oleh masyarakat global. Tak terkecuali Desa. Tim Pendidikan dan Pembelajaran (Dikjar) Vanuatizen Desa Warnana pernah melakukan fasilitasi dialog di sebuah Desa yang dekat dengan pabrik kulit. Aroma limbah tercium di sebagian wilayah sungai yang tercemar.

Kami angkat kembali artikel menarik tentang produk budidaya dari Pasar Desa. Gagasan yang tak mungkin ambyar. Pas banget untuk BUM Desa yang menyatakan layanan usaha budidaya kedalam paket wisata Berdesa.

Ricky, aktivis komunitas Bengkel Tani (BeTa) menyatakan, “Masalah sampah dan limbah memang ancaman global dan Desa. BeTa menyusun ancangan Standar Operasional dan Prosedur (SOP).” Formulanya dikembangkan dari unsur mikroba yang jumlahnya jutaan. Menurut Ricky, formula itu merupakan superteam untuk mengurai segala sesuatu unsur terkecil (nano).

Tiga Komponen Pengelolaan Sampah untuk BUM Desa

Pertama. Pemilahan sampah pada tiap rumah (kepala keluarga). Pilah sampah menjadi organik dan anorganik. BUM Desa bisa melakukan edukasi kepada tiap Kepala Keluarga untuk membuat kompos plus secara mandiri. Membeli hasil karya rumah tangga dari sampah plastik bekas. Dan BUM Desa menjualnya kepada pelanggan atau konsumen. BeTa terbuka untuk melatih langsung Kepala Keluarga bersama-sama dengan Divisi Usaha Persampahan yang menjadi bagian dari organisasi BUM Desa.

Kedua, misi zero waste lembaga kemasyarakatan Desa seperti RT dan RW. Lembaga kemasyarakatan Desa ini menjadi lokasi dekomposter. Dekomposter difasilitasi oleh BUM Desa. Sampah organik dan organik yang telah dipilah tadi dikirim ke dekomposter. Atau sampah terpilah ini diambil oleh organiser sampah. Tak tertutup kemungkinan, BUM Desa dan BeTa kolaborasi melalui asistensi edukasi untuk RT dan RW. Targetnya, RT dan RW memiliki kompos plus dan dibagikan kepada rumah (per Kepala Keluarga) untuk media tanam atau budidaya cacing (vermicompostplus). 

Ketiga, BUM Desa. BUM Desa mempunyai divisi usaha persampahan. Organiser sampah bisa menjadi bagian dari staf Divisi Usaha persampahan. Termasuk, BUM Desa mengalokasikan honor/gaji untuk staf organizer sampah. Armada pengangkut sampah disiapkan pula oleh BUM Desa. Kolaborasi BUM Desa dengan BeTa mewujud dalam bentuk kerjasama penjualan produk-produk BeTa. Kerjasama paket pendampingan disesuaikan pula dengan kemampuan keuangan BUM Desa.

BeTa Padat

BUM Desa Wisata Budidaya, Susun Model Bisnis

Melalui metode Kanvas Model Bisnis (Business Model Canvas) yang disusun oleh BUM Desa, kami anjurkan ada Target Pendapatan BUM Desa. Cantumkan hasil penjualan kompos. Ditambah pula hasil penjualan bahan organik dan anorganik. Pemasaran atas hasil olahan itu menjadi salah satu pendapatan BUM Desa.

Jemput bola penting pula dilakukan oleh BUM Desa ke rumah warga. Sambil edukasi pemanfaatan limbah plastik bekas (botol, bungkus shampoo, bungkus sabun, dan lainnya) kepada lembaga kemasyarakatan Desa (RT, RW, lembaga pemberdayaan masyarakat Desa, dan organisasi sejenis).

Untuk menyeimbangkan Target Pendapatan (revenue stream), BUM Desa menyusun pula Beban (cost structure). Direktur dan manajer BUM Desa membeli kompos plus dari RT/RW. Jangan ragu mengeluarkan biaya untuk melakukan edukasi kepada warga. Cek kembali kode akun (chart of account) yang menjadi dasar perlakuan akuntansi keuangan BUM Desa.

BeTa amat terbuka untuk kolaborasi dengan BUM Desa untuk memberikan edukasi bagi RT dan RW. Supaya pada tahap berikutnya BUM Desa siap membuka sendiri: layanan edukasi persampahan bagi Desa dan komunitas lain. 

Paling tidak, BUM Desa mempunyai konsumen, pelanggan dan nilai-nilai Zero Waste demi terbukanya peluang pendapatan baru. 

Saatnya BUM Desa saling rangkul dengan organisasi petani di Indonesia.

Pupuk Kumbang Organik BeTa

Ini sekedar contoh Pupuk Kumbang Organik yang berfungsi untuk pupuk lengkap. Mirip dengan ide pembuatan kompos plus tapi dibuat secara profesional dengan peralatan standar di pabrik pupuk berlisensi.

  1. Bisa digunakan untuk segala jenis tanaman – bisa digunakan sebagai starter pembuatan kompos plus – bisa ditabur di kandang untuk menghilangkan bau dan membantu kesehatan ternak
  2. Bisa dicampur ke pakan unggas (cukup 1%) untuk mendongkrak pertumbuhan dan membantu kesehatan ternak.
  3. Bisa ditabur ke kolam/tambak, untk membantu menjaga kualitas air dan pakan alami (plankton, kutu air, cacing sutra dll).
  4. Bisa dicampur pelet ikan (1-2%), untuk membantu pencernaan dan mendongkrak pertumbuhan ikan/udang. 
  5. Bisa ditabur di selokan, limbah organik dll utk membantu penguraian bahan organik sekaligus menghilangkan bau.

Nah, gaess…..baik Rakyat Jelata dan Rakyat Jelita-Milenial, kamu bisa kontak Nicho 0813-3254-4502 dan Ricky 0852-11193-5899 dari organisasi Bengkel Tani (BeTa) untuk saling menguatkan, kolaborasi, kerjasama penjualan produk, dan ciptakan inovasi.

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed

Catatan atas Dikjar BUM Desa (Jarkom Desa-Telkom) di BALKONDES Desa Mekarwangi, Lembang

Sun, 5 Jan 2020 05:06:16am

Awal mula berdirinya Wisata Desa Mekarwangi bermula dari kunjungan kerja (Studi Banding) Pemerintahan Desa dan institusi Desa Mekarwangi lainnya ke...

Pengunjung Ngebel Adventure Park, Bersepeda Udara dengan Tiket Murah-Merintih (Desa Ngebel, Ponorogo)

Sun, 29 Dec 2019 08:50:02am

Ponorogo, Wisata Berdesa - Hamparan alam di kecamatan Ngebel, Ponorogo, Jawa Timur sudah terkenal di Indonesia. Telaga Ngebel tentu Anda sudah...

Wisata Berdesa, Berawal dari BUM Desa Tipe Holding dan Bukan Semata Teknis Infrastruktur

Sun, 29 Dec 2019 06:00:06am

Ada yang bertanya, mengapa saya begitu mencintai wisata berdesa, meskipun saya tidak pernah bisa membuat Desa wisata di Desa saya sendiri. Desa...

Jarkom Desa – Telkom, BUM Desa Bisa Kapitalisasi Sumberdaya Bersama Pasir Ipis (Desa Jayagiri, Bandung Barat)

Sun, 22 Dec 2019 05:47:49am

Bandung Barat, Wisata Berdesa - BUM Desa tidak identik hanya dengan Dana Desa. Justru, Sumberdaya Bersama (common pool resources) menjadi tenaga...

Dana Desa untuk Konsolidasi Warga, Wisata Berdesa Kuliner-Alam (Desa Lewolein, Lembata)

Sun, 22 Dec 2019 04:59:48am

Jakarta, Wisata Berdesa - Desa Lewolein punya pesona pantai pasir putih yang memukau. Sumberdaya Bersama (common pool resources) pantai itu...

BUM Desa “Simpan Pinjam” itu Konvensional, Diskusi Santai BAKORNAS DESA dengan Staf Khusus Wakil Presiden

Wed, 18 Dec 2019 04:32:14am

Jakarta, Wisata Berdesa - Siapa yang tak kenal KH Imam Aziz yang kini menjadi Staf Khusus Wakil Presiden. Hidup bersahaja, jarang bicara, tertawa...

Selain Tradisi Domba dan Menyembuhkan Rasa Cemburu, Ada Sajadah Terbang (Desa Kebonmanggu, Sukabumi)

Wed, 18 Dec 2019 03:58:20am

Sukabumi, Wisata Berdesa - BUM Desa kelola wisata sajadah terbang? Sajadah terbang berada di atas lokasi bebatuan karang. Menurut R. Giant Sugara,...

Taman Bunga Kertawarna, Ramah Anak dan Akan Buka Paket Petik Sayur (Desa Kerta, Lebak)

Tue, 17 Dec 2019 07:08:10am

Lebak, Wisata Berdesa - Geliat wisata di kabupaten Lebak nampaknya kini mulai terasa. Semakin bertambah tempat wisata baru. Wisata Adat, wisata...

FGD Desa Model PKK-NTT dan MITRATEL, Ekspos Produk Tanaman Ajaib BUM Desa M’Rian (Desa Kufeu, Malaka)

Mon, 16 Dec 2019 11:04:22am

Kupang, Wisata Berdesa - Desa Model PKK berinisiatif mengenalkan dan memasarkan produk tepung dari BUM Desa. Disela-sela kegiatan Focus Group...

Selain Potensi Wisata Jeruk Limo, BUM Desa Singawacana Olah Sampah (Desa Nanggewer, Majalengka)

Mon, 16 Dec 2019 03:21:12am

Majalengka, Wisata Berdesa - Sudah berjalan 2 (dua) tahun BUM Desa Singawacana di Desa Nanggewer, Sukahaji, Kabupaten Majalengka mengelola sampah...

Berita Terbaru

Wisata Alam

Opini Berdesa

Visitor