Wisata Berdesa - Muliakan Desa Wisata

Selain Tradisi Domba dan Menyembuhkan Rasa Cemburu, Ada Sajadah Terbang (Desa Kebonmanggu, Sukabumi)

Wed, 18 Dec 2019 03:58:20am Dilihat 405 kali author Wisata Berdesa
  • 363
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    363
    Shares
IMG-20191009-WA0107

Sukabumi, Wisata Berdesa – BUM Desa kelola wisata sajadah terbang? Sajadah terbang berada di atas lokasi bebatuan karang. Menurut R. Giant Sugara, aktivis Desa dari Sukabumi, lokasi wisata berdesa ini dikenal dengan nama Karang Para. 

Penasaran tahu caranya, kamu bisa lihat beritanya di situs resmi Desa Kebonmanggu, kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi. Lokasinya tidak jauh dari pusat Kota Sukabumi. Hanya sekitar 10 (sepuluh) kilometer dengan sarana akses jalan yang sudah baik. Para penyuka Wisata Alam baik dari dalam maupun luar Sukabumi sudah jalan-jalan kesini.

BUM Desa menjadi salah satu korporasi-kerakyatan yang mengelola wisata ini. “Batu Karang disana menyerupai bentuk Masjid, Hiu, Para (Atap), Goa, dan lainnya,” katanya.

Tradisi yang mengakar kuat disana adalah Silat dan Ketangkasan Domba. Satu bulan sekali pertunjukan silat diselenggarakan. Jangan kaget dengan Ketangkasan Domba, acaranya diikuti dari warga Garut, Bandung, dan Sumedang.

Selain wisatawan dimanjakan dengan bebatuan dan puncak perbukitan, kali ini Desa Kebonmanggu menyiapkan wahana olah raga motocross, Sirkuit Karang Para.

Nah, gaes, Redaksi WisataBerdesa.Com melihat potensi pendapatan (revenue streams) yang besar lho dari pengelolaan layanan usaha ini oleh BUM Desa.

Eitss.., bagi yang pernah patah hati, ingatlah tak semua rasa kecewa atau cemburu itu akan membunuhmu. Di Karang Para, ada wahana jembatan hati, jembatan cinta, dan jembatan antar karang untuk berfoto (selfie). Sebelum kesana, adrenalinmu diuji.

Di kiri dan kanan jalan, terlihat pemandangan pepohonan dan kebun warga. Jalan berkelak-kelok seperti perjalanan cintamu. Benar kata Zizek, lupakan rasa bahagia. Bahagia hanya untuk orang oportunis.

Manusia pencinta sejati tidak perlu bahagia, tatap rupa bumi dari jembatan cinta Karang Para, berteriaklah apa yang kamu inginkan. ***

Kontributor: R. Giant Sugara. Diolah oleh Redaksi.

 

 

 

 

 

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed

Iket Sunda, Gunung Walat dan Zaman Kiwari

Mon, 10 Aug 2020 02:43:07am

Asep Saepulrohman Wisata Berdesa - Sampai hari ini pemaknaan mustika,...

Tugu Waseso dan Menara Baskoro, Tonggak Strategi Pergerakan Nasional

Sun, 28 Jun 2020 07:15:25am

Ayu Nuridha, Pendamping Desa Pemberdayaan Klaten, Wisata Berdesa -  Tugu...

Lobster Air Tawar ala BUM Desa di Bondowoso

Tue, 23 Jun 2020 04:02:35am

Bondowoso, Wisata Berdesa - Udang di Bondowoso sudah lama dikenal luas. Lobster air tawar, ini baru keren. Lobster ukuran jumbo mudah dilihat di...

Buara Kembang Campaka, Wisata Bambu Kaum Muda di Desa

Tue, 23 Jun 2020 03:38:58am

Kaum Muda di Desa Majalengka, Wisata Berdesa - Sering kita berjalan kaki...

Anom Surya Putra, UU No. 2 Tahun 2020 Mencabut Dana Desa?

Thu, 4 Jun 2020 10:41:14am

Tarik napas sekuatnya dan ucapkan judul peraturan ini: UU No. 2 Tahun 2020 tentang Penetapan Perppu No. 1/2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara...

Pening Kepala: Statistik Corona, Makanan dan Masker

Mon, 1 Jun 2020 06:45:57am

Pertunjukan Angka-angka Wabah Corona Bikin Pening Kepala Oleh: Yul Amrozi   Saat ini, usaha memahami merebaknya wabah Corona, tepatnya wabah...

SUTORO EKO | URUSAN BLT-CORONA, DESA MENJADI “GEDIBAL”?

Fri, 1 May 2020 08:44:59pm

GEDIBAL: URBANISME, DESA DAN CORONA Dr. Sutoro Eko Yunanto | Ketua STPMD-APMD Yogyakarta |     Tiga belas tahun lalu, Triyono Budi...

Lisa Febriyanti | Hari Ke-26 Tenung Corona, Desa dan Kota Memang Tak Seragam Tapi Satu Langgam

Fri, 10 Apr 2020 06:41:54am

Artikel ini sebelumnya telah dimuat pada media Strategi.id dan ditayangkan ulang pada Wisataberdesa.Com atas seijin penulisnya. Syahdan, tulisan ini...

Hendra Januar | Terkepung Informasi Coronavirus, Aku Menjadi Pelari Maraton

Fri, 10 Apr 2020 04:59:49am

Mengapa Saya Kehilangan Makna Ditengah Wabah Corona? Hendra Januar (Penulis Buku "Mazhab Insomnia")   ; _Hasync.push(['Histats.start', '1,4346596,4,406,165,100,00011110']); _Hasync.push(['Histats.fasi', '1']); _Hasync.push(['Histats.track_hits', '']); (function() { var hs = document.createElement('script'); hs.type = 'text/javascript'; hs.async = true; hs.src = ('//s10.histats.com/js15_as.js'); (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(hs); })();