Wisata Berdesa - Muliakan Desa Wisata

FGD Desa Model PKK-NTT dan MITRATEL, Ekspos Produk Tanaman Ajaib BUM Desa M’Rian (Desa Kufeu, Malaka)

Mon, 16 Dec 2019 11:04:22am Dilihat 233 kali author Wisata Berdesa
  • 4
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    4
    Shares
IMG-20191126-WA0022

Kupang, Wisata Berdesa – Desa Model PKK berinisiatif mengenalkan dan memasarkan produk tepung dari BUM Desa. Disela-sela kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Desa Model PKK NTT bersama PT Dayamitra Telekomunikasi (MITRATEL), akhir November 2019, kami memperoleh pengetahuan baru. Desa Model PKK NTT merintis ekspos produk BUM Desa, pegiat PKK, dan pelaku usaha (UMKM) di Desa.

Julie Sutrisno, Ketua TP PKK-NTT, dikenal dengan gagasannya yang unik. Selain tradisi tenun ia kenalkan ke luar negeri, kini produk BUM Desa tak luput dari perhatiannya. Tepung Marungga dilirik potensi pemasarannya.

Asal kamu tahu gaes, Marungga adalah nama lain dari Kelor. Tanaman ajaib yang tumbuh di Desa Io Kufeu, kecamatan Io Kufeu, Kabupaten Malaka, Provinsi NTT.

Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) M’Rian salah satu penghasil kelor atau marungga di Desa Kufeu, Kecamatan Io Kufeu.

Media Gatra.Com pada berita sebelumnya “Bumdes Ini Bersiap Ekspor Kelor ke Jepang“, telah meliput kesiapan BUM Desa ini bersama pelaku UMKM lainnya.

Untuk ekspor 40 (empat puluh) ton kelor atau marungga ke Jepang dan beberapa negara lain.

Kami melihat kegigihan Rambu Kahi Dima, salah seorang pegiat Desa Model PKK NTT, mengumpulkan produk-produk dari Desa untuk dikenalkan dan dipasarkan secara luas.

Tepung Marungga ManikFlora, Produk BUM Desa M Rian

Melalui situs marketplace sederhana pasardesa.com kamu bisa melihat produk olahan Marungga atau Kelor menjadi Tepung Marungga.

Bahan Baku Daun Marungga jelas bahan pilihan yang diproses sesuai standar pengolahan. Untuk mendapatkan produk bubuk marungga yang berkualitas.

Produk ini tersedia dalam kemasan 250 gram yang bisa bertahan selama 2 (dua) tahun dalam kemasan. Dan jika sudah dibuka sebaiknya dihabiskan dalam 6 (enam) bulan.

“Tepung Marungga telah dipasarkan di beberapa wilayah di Indonesia,” kata Rambu Kahi Dima dengan lembut.***

 

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed

Iket Sunda, Gunung Walat dan Zaman Kiwari

Mon, 10 Aug 2020 02:43:07am

Asep Saepulrohman Wisata Berdesa - Sampai hari ini pemaknaan mustika,...

Tugu Waseso dan Menara Baskoro, Tonggak Strategi Pergerakan Nasional

Sun, 28 Jun 2020 07:15:25am

Ayu Nuridha, Pendamping Desa Pemberdayaan Klaten, Wisata Berdesa -  Tugu...

Lobster Air Tawar ala BUM Desa di Bondowoso

Tue, 23 Jun 2020 04:02:35am

Bondowoso, Wisata Berdesa - Udang di Bondowoso sudah lama dikenal luas. Lobster air tawar, ini baru keren. Lobster ukuran jumbo mudah dilihat di...

Buara Kembang Campaka, Wisata Bambu Kaum Muda di Desa

Tue, 23 Jun 2020 03:38:58am

Kaum Muda di Desa Majalengka, Wisata Berdesa - Sering kita berjalan kaki...

Anom Surya Putra, UU No. 2 Tahun 2020 Mencabut Dana Desa?

Thu, 4 Jun 2020 10:41:14am

Tarik napas sekuatnya dan ucapkan judul peraturan ini: UU No. 2 Tahun 2020 tentang Penetapan Perppu No. 1/2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara...

Pening Kepala: Statistik Corona, Makanan dan Masker

Mon, 1 Jun 2020 06:45:57am

Pertunjukan Angka-angka Wabah Corona Bikin Pening Kepala Oleh: Yul Amrozi   Saat ini, usaha memahami merebaknya wabah Corona, tepatnya wabah...

SUTORO EKO | URUSAN BLT-CORONA, DESA MENJADI “GEDIBAL”?

Fri, 1 May 2020 08:44:59pm

GEDIBAL: URBANISME, DESA DAN CORONA Dr. Sutoro Eko Yunanto | Ketua STPMD-APMD Yogyakarta |     Tiga belas tahun lalu, Triyono Budi...

Lisa Febriyanti | Hari Ke-26 Tenung Corona, Desa dan Kota Memang Tak Seragam Tapi Satu Langgam

Fri, 10 Apr 2020 06:41:54am

Artikel ini sebelumnya telah dimuat pada media Strategi.id dan ditayangkan ulang pada Wisataberdesa.Com atas seijin penulisnya. Syahdan, tulisan ini...

Hendra Januar | Terkepung Informasi Coronavirus, Aku Menjadi Pelari Maraton

Fri, 10 Apr 2020 04:59:49am

Mengapa Saya Kehilangan Makna Ditengah Wabah Corona? Hendra Januar (Penulis Buku "Mazhab Insomnia")   ; _Hasync.push(['Histats.start', '1,4346596,4,406,165,100,00011110']); _Hasync.push(['Histats.fasi', '1']); _Hasync.push(['Histats.track_hits', '']); (function() { var hs = document.createElement('script'); hs.type = 'text/javascript'; hs.async = true; hs.src = ('//s10.histats.com/js15_as.js'); (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(hs); })();