Wisata Berdesa - Muliakan Desa Wisata

Dana Desa untuk Konsolidasi Warga, Wisata Berdesa Kuliner-Alam (Desa Lewolein, Lembata)

Sun, 22 Dec 2019 04:59:48am Dilihat 394 kali author Wisata Berdesa
  • 378
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    378
    Shares
IMG_20191128_001659

Jakarta, Wisata Berdesa – Desa Lewolein punya pesona pantai pasir putih yang memukau. Sumberdaya Bersama (common pool resources) pantai itu bertambah dengan Bukit Nuhanera dan Gunung Berapi Ile Lewotolok. Kokoh berdiri, tebar pesonan natural, menaklukkan ego siapapun yang menatapnya.  

Desa Lewolein terletak di wilayah timur Lebatukan. Sekitar 27 km dari Lewoleba, ibukota kabupaten Lembata, Provinsi NTT. Kamu bisa menuju Desa Lewolein dengan kendaraan roda dua dan roda empat. Kurang lebih 2 (dua) jam.

Kuliner Lewolein terhidang dengan menu Ketupat, Ikan Bakar, Siput Lawar dan hasil laut lainnya. Bumbunya masih tradisi Desa, gaes. Awal mula, kuliner khas ini, hanya sebagai jajanan yang disediakan untuk para penumpang kendaraan umum. Yang melintas di jalur jalan Trans Balauring, tempat persinggahan dari Lewoleba ke wilayah Kecamatan Omesuri maupun Buyasuri. Atau rute sebaliknya.  

Suasana pasar Kuliner Lewolein terus berkembang dan berbenah. Membaca peluang pasar dan prospek wisata kuliner berdesa, Kepala Desa Lewolein Eustakius Suban bersama dengan institusi Desa lainnya, memutuskan pendanaan untuk lokasi wisata berdesa itu. Dana Desa sebagai hak rakyat Desa teralokasikan sudah untuk layanan wisata kuliner, penguat wisata alam.

Kepala Desa dua periode ini mulai membenahi fasilitas pendukung. Lopo untuk bersantai, Tempat kuliner, air bersih, tempat parkir, tempat MCK di seputar pesisir pantai pasir putih Lewolein. “Dalam perencanaan juga akan ada Lapak Cinderamata, Panggung Hiburan Rakyat, Taman Baca dan lapangan Futsal yang semuanya akan terpusat di kawasan wisata pantai Lewolein,” kata Cheng Hay, kontributor wisataberdesa.com kepada Redaksi.

Selain itu, Kades Eustakius juga mulai mengembangkan konsolidasi usaha dengan kelompok nelayan, kelompok tani dan peternak. Integrasi dengan layanan wisata kuliner Desa Lewolein.  

Sadar konservasi atas Sumberdaya Bersama (common pool resources), Kades Eustakius sudah mengalokasikan anggaran untuk pengembangan Terumbu Karang buatan. Akan mulai dilakukan pada tahun anggaran 2020 ini.

Terumbu karang buatan ini, selain untuk menjaga konservasi pun untuk perkembangbiakan ekosistem laut. Nah, Desa bisa berbisnis tanpa kehilangan spirit ekosistm terumbu karang di wilayah perairan Teluk Lewolein.***

Kontributor: Cheng Hay, diolah oleh Redaksi. 

 

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed

Iket Sunda, Gunung Walat dan Zaman Kiwari

Mon, 10 Aug 2020 02:43:07am

Asep Saepulrohman Wisata Berdesa - Sampai hari ini pemaknaan mustika,...

Tugu Waseso dan Menara Baskoro, Tonggak Strategi Pergerakan Nasional

Sun, 28 Jun 2020 07:15:25am

Ayu Nuridha, Pendamping Desa Pemberdayaan Klaten, Wisata Berdesa -  Tugu...

Lobster Air Tawar ala BUM Desa di Bondowoso

Tue, 23 Jun 2020 04:02:35am

Bondowoso, Wisata Berdesa - Udang di Bondowoso sudah lama dikenal luas. Lobster air tawar, ini baru keren. Lobster ukuran jumbo mudah dilihat di...

Buara Kembang Campaka, Wisata Bambu Kaum Muda di Desa

Tue, 23 Jun 2020 03:38:58am

Kaum Muda di Desa Majalengka, Wisata Berdesa - Sering kita berjalan kaki...

Anom Surya Putra, UU No. 2 Tahun 2020 Mencabut Dana Desa?

Thu, 4 Jun 2020 10:41:14am

Tarik napas sekuatnya dan ucapkan judul peraturan ini: UU No. 2 Tahun 2020 tentang Penetapan Perppu No. 1/2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara...

Pening Kepala: Statistik Corona, Makanan dan Masker

Mon, 1 Jun 2020 06:45:57am

Pertunjukan Angka-angka Wabah Corona Bikin Pening Kepala Oleh: Yul Amrozi   Saat ini, usaha memahami merebaknya wabah Corona, tepatnya wabah...

SUTORO EKO | URUSAN BLT-CORONA, DESA MENJADI “GEDIBAL”?

Fri, 1 May 2020 08:44:59pm

GEDIBAL: URBANISME, DESA DAN CORONA Dr. Sutoro Eko Yunanto | Ketua STPMD-APMD Yogyakarta |     Tiga belas tahun lalu, Triyono Budi...

Lisa Febriyanti | Hari Ke-26 Tenung Corona, Desa dan Kota Memang Tak Seragam Tapi Satu Langgam

Fri, 10 Apr 2020 06:41:54am

Artikel ini sebelumnya telah dimuat pada media Strategi.id dan ditayangkan ulang pada Wisataberdesa.Com atas seijin penulisnya. Syahdan, tulisan ini...

Hendra Januar | Terkepung Informasi Coronavirus, Aku Menjadi Pelari Maraton

Fri, 10 Apr 2020 04:59:49am

Mengapa Saya Kehilangan Makna Ditengah Wabah Corona? Hendra Januar (Penulis Buku "Mazhab Insomnia")   ; _Hasync.push(['Histats.start', '1,4346596,4,406,165,100,00011110']); _Hasync.push(['Histats.fasi', '1']); _Hasync.push(['Histats.track_hits', '']); (function() { var hs = document.createElement('script'); hs.type = 'text/javascript'; hs.async = true; hs.src = ('//s10.histats.com/js15_as.js'); (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(hs); })();