Wisata Berdesa - Muliakan Desa Wisata

Buara Kembang Campaka, Wisata Bambu Kaum Muda di Desa

Tue, 23 Jun 2020 03:38:58am Dilihat 63 kali author Wisata Berdesa
  • 296
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    296
    Shares
WhatsApp Image 2020-06-23 at 12.52.12 AM
Kaum Muda di Desa

Majalengka, Wisata Berdesa – Sering kita berjalan kaki melihat rerimbunan tanaman bambu. Tanaman yang sangat mudah ditemui di Desa dan sebagian wilayah perkotaan.

Sejak zaman prasejarah dan kolonial para leluhur kita memanfaatkan bambu dalam kehidupan sehari-hari.

Pada masa modern para pengrajin berkreasi menjadikan bambu sebagai kerajinan yang unik dan kreatif.

Tim WisataBerdesa.Com menyaksikan kerajinan anyaman dan miniatur dari bahan bambu di Majalengka. “Buara Kembang Campaka“. Gagasan praktis pengrajin bambu yang lahir dari kaum muda Desa di masa pandemi Covid-19.

Dengan kesederhanaan dan segala keterbatasannya, kaum muda Desa Genteng, Dawuan, Kabupaten Majalengka, menggerakkan Karang Taruna setempat menciptakan disain dan produksi kerajinan bambu.

Rorompok PSBB (Padepokan Saung Bambu Balagawa) Majalengka membuka ruang ekspresi bagi kaum muda di Desa ini. Mereka terus berinovasi dan mencari ceruk pasar terdalam (niche market) untuk memasarkan kerajinan bambu.  

Proses Berkerajinan Bambu

Masyarakat dari Desa dan wilayah lainnya bisa mempelajari seni kriya bambu. Tak hanya karya serba-bambu, pengunjung langsung bisa menyatu dengan alam.

Tak jauh dari lokasi pengrajin bambu, Anda bisa melakukan penjelajahan ke Situ Cipanten. Terletak di Gunung Kuning untuk mampir melihat, mempelajari bahkan membeli sebagi cinderamata.

Anda langsung saja kontak pemesanan dan kunjungan pembelajaran seni kriya bambu melalui Panji Pradana 0813-222-32-559 (WhatsApp).

Produk “Naga Bersayap”

Kita akan saksikan kegigihan kaum muda di Desa mengatasi kesulitan hidup selama pandemi Covid-19 dengan seni bambu.

Kini PSBB Majalengka mulai ramai dikunjungi warga dari berbagai penjuru Majalengka. Selain melihat kerajinan bambu, pengunjung berdiskusi dengan petani yang aktif di PSBB Majalengka.

“Gemeretak bambu membuatku ngilu, apa mungkin kau menyimpan sembilu tarianmu, saat petang mulai meremang, sungguh memiriskan perasaan.” *

 

 

Kontributor: Panji Pradana

Baca Juga

4 thoughts on “Buara Kembang Campaka, Wisata Bambu Kaum Muda di Desa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed

Iket Sunda, Gunung Walat dan Zaman Kiwari

Mon, 10 Aug 2020 02:43:07am

Asep Saepulrohman Wisata Berdesa - Sampai hari ini pemaknaan mustika,...

Tugu Waseso dan Menara Baskoro, Tonggak Strategi Pergerakan Nasional

Sun, 28 Jun 2020 07:15:25am

Ayu Nuridha, Pendamping Desa Pemberdayaan Klaten, Wisata Berdesa -  Tugu...

Lobster Air Tawar ala BUM Desa di Bondowoso

Tue, 23 Jun 2020 04:02:35am

Bondowoso, Wisata Berdesa - Udang di Bondowoso sudah lama dikenal luas. Lobster air tawar, ini baru keren. Lobster ukuran jumbo mudah dilihat di...

Buara Kembang Campaka, Wisata Bambu Kaum Muda di Desa

Tue, 23 Jun 2020 03:38:58am

Kaum Muda di Desa Majalengka, Wisata Berdesa - Sering kita berjalan kaki...

Anom Surya Putra, UU No. 2 Tahun 2020 Mencabut Dana Desa?

Thu, 4 Jun 2020 10:41:14am

Tarik napas sekuatnya dan ucapkan judul peraturan ini: UU No. 2 Tahun 2020 tentang Penetapan Perppu No. 1/2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara...

Pening Kepala: Statistik Corona, Makanan dan Masker

Mon, 1 Jun 2020 06:45:57am

Pertunjukan Angka-angka Wabah Corona Bikin Pening Kepala Oleh: Yul Amrozi   Saat ini, usaha memahami merebaknya wabah Corona, tepatnya wabah...

SUTORO EKO | URUSAN BLT-CORONA, DESA MENJADI “GEDIBAL”?

Fri, 1 May 2020 08:44:59pm

GEDIBAL: URBANISME, DESA DAN CORONA Dr. Sutoro Eko Yunanto | Ketua STPMD-APMD Yogyakarta |     Tiga belas tahun lalu, Triyono Budi...

Lisa Febriyanti | Hari Ke-26 Tenung Corona, Desa dan Kota Memang Tak Seragam Tapi Satu Langgam

Fri, 10 Apr 2020 06:41:54am

Artikel ini sebelumnya telah dimuat pada media Strategi.id dan ditayangkan ulang pada Wisataberdesa.Com atas seijin penulisnya. Syahdan, tulisan ini...

Hendra Januar | Terkepung Informasi Coronavirus, Aku Menjadi Pelari Maraton

Fri, 10 Apr 2020 04:59:49am

Mengapa Saya Kehilangan Makna Ditengah Wabah Corona? Hendra Januar (Penulis Buku "Mazhab Insomnia")   ; _Hasync.push(['Histats.start', '1,4346596,4,406,165,100,00011110']); _Hasync.push(['Histats.fasi', '1']); _Hasync.push(['Histats.track_hits', '']); (function() { var hs = document.createElement('script'); hs.type = 'text/javascript'; hs.async = true; hs.src = ('//s10.histats.com/js15_as.js'); (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(hs); })();