Wisata Berdesa - Muliakan Desa Wisata
  • 7
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    7
    Shares
20191214_140101

Jakarta, Wisata BerdesaBadan Usaha Milik Desa Plalangan aktif bergerak mengelola kolam pemandian. Kolam yang terletak pada salah satu sumber air Desa Sumber Kembar, Pakuniran, Probolinggo, Jawa Timur.

Angga Fajar, sosok gesit dari BUM Desa Plalangan, tanpa lelah memotret, mengatur pengunjung, dan bahkan menguras kolam bersama tim lapangan BUM Desa. “Kunjungan meningkat dari warga sekitar pada hari sabtu dan minggu,” tutur Manajer Administrasi dan Keuangan BUM Desa Plalangan ini. 

Meskipun Presiden Jokowi menyatakan ribuan BUM Desa “mangkrak”, BUM Desa Plalangan sudah mulai antisipasi. “Ada masalah yang menjadi peluang kami,” kata Firdaus Direktur BUM Desa Plalangan. Potensi aset masyarakat Desa seperti kerajinan batik, lahan pertanian (tembakau, padi, jagung), peternakan sapi dan kambing, belum menyatu dengan gerak langkah BUM Desa. 

Pengawas BUM Desa Plalangan, Agus Mulyanto, menambahkan, “Saatnya bagi kami memetakan dan menggerakkan sumber daya bersama.” Sumber mata air timur dan barat, sungai kedung pawon, dan kolam pemandian yang sudah operasional, disatukan dengan layanan usaha BUM Desa. 

Pendidikan dan Pembelajaran

Tim pendidikan dan pembelajaran dari Vanuatizen Desa Warnana diajak untuk fasilitasi kegiatan Restorasi BUM Desa Plalangan. Anom Surya Putra, Dimas Triambara, dan Arif Kartika Candra (Tim Akuntansi Keuangan BUM Desa Tirta Mandiri Desa Ponggok), bermukim singkat di Desa Sumber Kembar.

Rizki Haksasi, Manajemen CSR, PJB Unit 9 Paiton

BUM Desa Plalangan dan PT PJB Paiton Unit 9 melakukan kolaborasi agar gagasan wisata berdesa lebih solid. Rizki Haksasi, manajemen PT PJB Paiton Unit 9, aktif melakukan komunikasi dengan BUM Desa Plalangan. Tak jarang Rizki pulang dini hari dari Desa Sumber Kembar. Sekedar untuk memperoleh ide kerja konkrit melalui Corporate Social Responsibility (CSR).

“Kami harus belajar cepat tentang sistem BUM Desa, kerjasama melalui CSR sudah mengarah pada konsolidasi antara pegiat batik, keripik, dan kolam wisata,” kata Rizki. Produk keripik yang difasilitasi oleh BUM Desa bisa anda beli di Pasar Desa.Com.

Makruf, Penjabat Kepala Desa Sumber Kembar, mencetuskan ide agar Desa Sumber Kembar menjadi Desa Budaya. Seluruh tradisi yang ada digali, dipelajari, dan menjadi tuntutan sekaligus tontonan (pertunjukan) bagi warga Desa dan pengunjung. 

Setelah 4 (empat) hari 3 (tiga) malam, BUM Desa Plalangan berhasil merintis praksis Restorasi BUM Desa. Manajemen BUM Desa berubah total. Peraturan Desa tentang BUM Desa segera dicabut, diganti dengan model berhukum yang spesifik sesuai kepentingan Desa. Bukan peraturan Desa ala “salin-tempel” atau copy-paste.

Model bisnis wisata direncanakan berubah menjadi:

  • Paket wisata desa budaya
  • Pembangunan kafe sumber dan angkringan literasi
  • konservasi terhadap sumbermata air
  • Pembuatan tempat Mancakrida
  • Pembuatan kolam budi daya ikan nila
  • Penambahan kolam pemandian waterboom
  • Pembuatan sanggar seni dan galeri

BUM Desa Plalangan mengajukan nilai-nilai kesuburan tanah tetap terjaga dengan cara menjaga ekosistem. Konservasi sumber mata air, demi tetap menjaga kesehatan dan kesegaran sumber mata air. Penggunaan air tanpa kaporit. Ruang edukasi di lokasi wisata Desa Budaya Sumber Kembar.

Lupa Gajian

BUM Desa mangkrak, seperti dinyatakan tegas oleh Presiden Jokowi, dipengaruhi faktor ketidakpahaman pengurus BUM Desa menyusun proyeksi aliran pendapatan dan struktur beban (gaji). Hampir belum semua pengurus menerima gaji.

Tim Vanuatizen Desa Warnana melakukan pendidikan dan pembelajaran supaya pengurus BUM Desa Plalangan mengadaptasi laporan keuangan selama ini (laporan kas keluar masuk) menjadi laporan keuangan BUM Desa standar Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (ETAP).

Mungkin, tahun 2020 BUM Desa Plalangan semakin banyak pengunjung. Dan pengurus BUM Desa kian tersenyum lebar karena bisa gajian per bulan.

Nih gaessss,…kalau mau nonton video Desa Sumber Kembar. Karya mahasiswa Unej yang KKN di Desa lho.***

 

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed

Iket Sunda, Gunung Walat dan Zaman Kiwari

Mon, 10 Aug 2020 02:43:07am

Asep Saepulrohman Wisata Berdesa - Sampai hari ini pemaknaan mustika,...

Tugu Waseso dan Menara Baskoro, Tonggak Strategi Pergerakan Nasional

Sun, 28 Jun 2020 07:15:25am

Ayu Nuridha, Pendamping Desa Pemberdayaan Klaten, Wisata Berdesa -  Tugu...

Lobster Air Tawar ala BUM Desa di Bondowoso

Tue, 23 Jun 2020 04:02:35am

Bondowoso, Wisata Berdesa - Udang di Bondowoso sudah lama dikenal luas. Lobster air tawar, ini baru keren. Lobster ukuran jumbo mudah dilihat di...

Buara Kembang Campaka, Wisata Bambu Kaum Muda di Desa

Tue, 23 Jun 2020 03:38:58am

Kaum Muda di Desa Majalengka, Wisata Berdesa - Sering kita berjalan kaki...

Anom Surya Putra, UU No. 2 Tahun 2020 Mencabut Dana Desa?

Thu, 4 Jun 2020 10:41:14am

Tarik napas sekuatnya dan ucapkan judul peraturan ini: UU No. 2 Tahun 2020 tentang Penetapan Perppu No. 1/2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara...

Pening Kepala: Statistik Corona, Makanan dan Masker

Mon, 1 Jun 2020 06:45:57am

Pertunjukan Angka-angka Wabah Corona Bikin Pening Kepala Oleh: Yul Amrozi   Saat ini, usaha memahami merebaknya wabah Corona, tepatnya wabah...

SUTORO EKO | URUSAN BLT-CORONA, DESA MENJADI “GEDIBAL”?

Fri, 1 May 2020 08:44:59pm

GEDIBAL: URBANISME, DESA DAN CORONA Dr. Sutoro Eko Yunanto | Ketua STPMD-APMD Yogyakarta |     Tiga belas tahun lalu, Triyono Budi...

Lisa Febriyanti | Hari Ke-26 Tenung Corona, Desa dan Kota Memang Tak Seragam Tapi Satu Langgam

Fri, 10 Apr 2020 06:41:54am

Artikel ini sebelumnya telah dimuat pada media Strategi.id dan ditayangkan ulang pada Wisataberdesa.Com atas seijin penulisnya. Syahdan, tulisan ini...

Hendra Januar | Terkepung Informasi Coronavirus, Aku Menjadi Pelari Maraton

Fri, 10 Apr 2020 04:59:49am

Mengapa Saya Kehilangan Makna Ditengah Wabah Corona? Hendra Januar (Penulis Buku "Mazhab Insomnia")   ; _Hasync.push(['Histats.start', '1,4346596,4,406,165,100,00011110']); _Hasync.push(['Histats.fasi', '1']); _Hasync.push(['Histats.track_hits', '']); (function() { var hs = document.createElement('script'); hs.type = 'text/javascript'; hs.async = true; hs.src = ('//s10.histats.com/js15_as.js'); (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(hs); })();