Wisata Berdesa - Muliakan Desa Wisata

Api dalam Sekam, BUM Desa dan Pokdarwis?

Sat, 14 Dec 2019 11:41:42am Dilihat 683 kali author Wisata Berdesa
  • 560
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    560
    Shares
Pantai Pulau Panjang

Gelegar BUM Desa wisata memang luar biasa. Perencanaan Desa marak dengan menata apik umbul, embung, air terjun, dan sumberdaya alam setempat. 

Kisah keberhasilan pasti ada. BUM Desa meraup pendapatan siginifikan daripada sebelumnya. Tapi, ada pula kisah pilu. Kami jumpai ketegangan antara BUM Desa dan Pokdarwis.

Bahkan ada BUM Desa yang diprotes/disomasi oleh Pokdarwis. Gegara sumber air dibangun kolam pemandian. Yang berpotensi merusak agenda konservasi mata air.

Anom Surya Putra, MH. Founder vanuatizen.com, pasardesa.com, wisataberdesa.com.

Meski, beberapa Pokdarwis masih bisa bekerjasama dengan BUM Desa. Pokdarwis mengurus tiket dan paket layanan, sedangkan BUM Desa menjadi wadahnya.

Atau BUM Desa dan Pokdarwis berbagi paket layanan wisata pada sumberdaya alam yang berbeda. BUM Desa mengurus wisata umbul dekat balai Desa, sedangkan Pokdarwis mengurus umbul di dekat perbatasan Desa dengan Desa lainnya.

Model kerjasama BUM Desa dan Pokdarwis seperti itu hanya api dalam sekam. Kompetisi terjadi pada skala lokal Desa.

Kami hanya bisa menyarankan, BUM Desa menempatkan agenda “Desa Wisata” sebagai hilir, dan bukan hulu layanan. Seorang warga Desa bilang, “Setelah menjadi Desa Wisata, sawah dan lainnya dipakai sebagai paket wisata, tapi tidak ada lagi yang menjadi petani”.

Kini, melalui situs marketplace pasardesa.com kami usung Kategori Menu BUDIDAYA sebagai menu utama. 

BUM Desa saatnya melakukan restorasi layanan. Pemulihan dan penghormatan atas budidaya pertanian, peternakan dan perikanan. Dampaknya, BUM Desa memenuhi kebutuhan dan bahkan kepentingan antar warga yang butuh sandang pangan pangan.

Ini membuat BUM Desa lebih bermanfaat bagi warga Desa dan punya pendapatan yang stabil. 

Ujung dari BUM Desa Budidaya adalah Wisata Berdesa. Warga Desa dan luar Desa (termasuk warga kota dari wilayah lain) berjalan-jalan di lokasi wisata sambil mencicipi pangan sehat dari hasil budidaya.

Anda bisa mengunjungi menu BUDIDAYA pada situs marketplace PASAR DESA yang juga kami kelola (Vanuatizen Desa Warnana). Aktivis Bengkel Tani (BeTa) memberikan asupan pengetahuan dan praksis budidaya.

Luar biasa dan penting sebagai agenda kolaborasi gerakan petani dengan BUM Desa.***

Artikel ini kali pertama dimuat di Pasar Desa, Dan telah diolah ulang pada situs ini.

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed

Iket Sunda, Gunung Walat dan Zaman Kiwari

Mon, 10 Aug 2020 02:43:07am

Asep Saepulrohman Wisata Berdesa - Sampai hari ini pemaknaan mustika,...

Tugu Waseso dan Menara Baskoro, Tonggak Strategi Pergerakan Nasional

Sun, 28 Jun 2020 07:15:25am

Ayu Nuridha, Pendamping Desa Pemberdayaan Klaten, Wisata Berdesa -  Tugu...

Lobster Air Tawar ala BUM Desa di Bondowoso

Tue, 23 Jun 2020 04:02:35am

Bondowoso, Wisata Berdesa - Udang di Bondowoso sudah lama dikenal luas. Lobster air tawar, ini baru keren. Lobster ukuran jumbo mudah dilihat di...

Buara Kembang Campaka, Wisata Bambu Kaum Muda di Desa

Tue, 23 Jun 2020 03:38:58am

Kaum Muda di Desa Majalengka, Wisata Berdesa - Sering kita berjalan kaki...

Anom Surya Putra, UU No. 2 Tahun 2020 Mencabut Dana Desa?

Thu, 4 Jun 2020 10:41:14am

Tarik napas sekuatnya dan ucapkan judul peraturan ini: UU No. 2 Tahun 2020 tentang Penetapan Perppu No. 1/2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara...

Pening Kepala: Statistik Corona, Makanan dan Masker

Mon, 1 Jun 2020 06:45:57am

Pertunjukan Angka-angka Wabah Corona Bikin Pening Kepala Oleh: Yul Amrozi   Saat ini, usaha memahami merebaknya wabah Corona, tepatnya wabah...

SUTORO EKO | URUSAN BLT-CORONA, DESA MENJADI “GEDIBAL”?

Fri, 1 May 2020 08:44:59pm

GEDIBAL: URBANISME, DESA DAN CORONA Dr. Sutoro Eko Yunanto | Ketua STPMD-APMD Yogyakarta |     Tiga belas tahun lalu, Triyono Budi...

Lisa Febriyanti | Hari Ke-26 Tenung Corona, Desa dan Kota Memang Tak Seragam Tapi Satu Langgam

Fri, 10 Apr 2020 06:41:54am

Artikel ini sebelumnya telah dimuat pada media Strategi.id dan ditayangkan ulang pada Wisataberdesa.Com atas seijin penulisnya. Syahdan, tulisan ini...

Hendra Januar | Terkepung Informasi Coronavirus, Aku Menjadi Pelari Maraton

Fri, 10 Apr 2020 04:59:49am

Mengapa Saya Kehilangan Makna Ditengah Wabah Corona? Hendra Januar (Penulis Buku "Mazhab Insomnia")   ; _Hasync.push(['Histats.start', '1,4346596,4,406,165,100,00011110']); _Hasync.push(['Histats.fasi', '1']); _Hasync.push(['Histats.track_hits', '']); (function() { var hs = document.createElement('script'); hs.type = 'text/javascript'; hs.async = true; hs.src = ('//s10.histats.com/js15_as.js'); (document.getElementsByTagName('head')[0] || document.getElementsByTagName('body')[0]).appendChild(hs); })();